Foto Tentara AS Siksa Tahanan Irak Kejutkan Arab
Sabtu, 01 Mei 2004 17:07 WIB
Jakarta - Dunia Arab dikejutkan oleh foto-foto yang menggambarkan tentara AS yang sedang menyiksa dan melecehkan para tahanan Irak.Foto-foto itu ditayangkan televisi Al Arabiya di Dubai dan Al Jazeera di Qatar. Demikian dilaporkan Associated Press, Sabtu (1/5/2004).Foto-foto di dalam penjara Abu Ghraib itu pertama kali ditayangkan televisi CBS dalam acara 60 Minutes II. Buntutnya, ada tuntutan terhadap 6 tentara AS.Salah satu foto itu menggambarkan para tahanan yang telanjang. Kepala dan wajah para tahanan itu ditutupi dengan kain. Mereka bertumpuk satu sama lain membentuk piramida dan melakukan simulasi seks. Namun dalam tayangan itu, gambar organ genital mereka dikaburkan. Sementara 2 tentara AS berdiri di dekat para tahanan sambil memegang kamera.Foto lainnya menggambarkan seorang tahanan yang ditutup kepalanya berdiri di atas sebuah kotak berkabel listrik yang dempet dengan tangannya. Menurut CBS, tahanan itu diberitahu jika dia jatuh dari kotak, dia akan kesetrum. Padahal nyatanya, kabel itu tidak tersambung dengan aliran listrik.Foto-foto itu mengundang reaksi negatif warga Arab. "Itu benar-benar gambar yang buruk. Apa begitu caranya Amerika memperlakukan tahanan? Mereka bilang menghargai kebebasan dan demokrasi, tapi itu hanya berlaku di negerinya sendiri," tukas Ahmed Taher (24), mahasiswa Universitas Mustansiriyah di Baghdad.Sementara Ayed Al Manna, kolumnis koran Kuwaiti Al Watan menilai perlakuan barbar terhadap tahanan Irak akan memicu aksi anti-AS dan sentimen di kalangan fundamentalis Islam dan nasionalis Arab.Di Syria, seorang pedagang Damascus bernama Sahban Alawi (45) terkejut melihat foto tersebut. "Apa bedanya mereka (tentara AS) dengan Saddam Hussein? Apa yang mereka lakukan di Irak lebih buruk dari yang dilakukan Saddam," ucapnya. Sedangkan Nader Naqib (27), pelajar di Sidon, Libanon memuji media yang membuka tabir aksi semacam itu. "Supaya dunia melihat apa yang telah menjadi komitmen Amerika dalam pelanggaran HAM," ujarnya.
(sss/)











































