"Semenjak cerita Santi mucul di media, sudah beberapa orang memberikan sumbangan pada kami karena prihatin. Di antaranya, Bulan Sabit Merah (LSM) dan salah satu TV swasta dan beberapa masyarakat," kata pengurus Forum Bersama Penggugat Kampung Beting, Rikardo Hutahahean, di kantornya, Senin (15/2/2010).
Forum Bersama Penggugat Kampung Beting adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bertempat di kampung yang sama dengan tempat tinggal Santi yaitu Kampung Beting, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Beberapa sumbangan juga disampaikan melalui LSM ini.
Bulan Sabit Merah, kata Rikardo, berjanji akan membantu biaya persalinan Santi. Sebab Santi belum memiliki Jamkesmas. "Jadi kalau bersalin harus menggunakan biaya," katanya.
Ada lagi dua orang dermawan kakak beradik asal Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang juga mau menebus ijazah pelaut suami Santi. Ijazah diketahui disita oleh pemilik kontrakan Santi dahulu di Kampung Sawah, Semper, Jakut, karena Santi mempunyai utang Rp 550 ribu.
"Mereka (dermawan) juga akan membayar lunas utang kontrakan Santi yang didiami Santi saat ini. Dermawan di Kelapa Gading itu juga memberikan uangnya Rp 1,5 juta," katanya.
"Yang membantu berharap Santi tidak menjual anaknya," ujarnya.
(lrn/nrl)











































