"Wabah konflik akan menjadi masalah besar, besar, besar bagi kita semua. Dan saya sangat mengkhatirkan tentang konsekuensi yang tidak diharapkan dari sebuah serangan," kata Mullen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/2/2010).
Mullen menolak menjelaskan lebih jauh mengenai hal itu. "Sangat sulit untuk spesifik tentang isu itu," katanya kepada wartawan saat berkunjung ke Israel.
Namun dikatakan petinggi militer AS itu, Presiden Barack Obama telah "sangat jelas bahwa dari sudut kebijakan, Iran tak bisa memiliki senjata nuklir." Ditegaskan Mullen, semua opsi masih mungkin dilakukan terkait program nuklir Iran.
Dalam kunjungan ke Israel tersebut, Mullen akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dan pejabat-pejabat militer lainnya.
Konflik nuklir Iran kian memanas setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengumumkan dimulainya proses pengayaan uranium hingga level 20 persen.
Presiden Obama pekan lalu mengancam akan mengisolasi Iran dengan serangkaian sanksi jika Iran terus mengarah ke pembuatan senjata nuklir. Obama bahkan mengirimkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton ke Qatar dan Arab Saudi untuk menggalang dukungan atas penerapan sanksi yang lebih berat terhadap Iran terkait program nuklirnya.
(ita/iy)











































