Buruh-Mahasiswa Yogya Demo
Sabtu, 01 Mei 2004 14:53 WIB
Yogyakarta - Memperingati Hari Buruh Internasional yang dikenal May Day, ratusan buruh dan mahasiswa menggelar aksi demo menuntut kenaikan upah buruh 100 persen dan dihapuskannya sistem kontrak kerja buruh.Aksi yang diikuti berbagai elemen itu serentak dilakukan mulai pukul 10.00 WIB, Sabtu (1/5/2004) di berbagai tempat di kota Yogyakarta.Aksi pertama digelar oleh Persatuan Rakyat Yogyakarta (PRY) di perempatan Tugu Yogyakarta di jalan Mangkubumi. Antara lain diikuti oleh elemen Front Perjuangan Pelajar Indonesia (FPPI) DIY, Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan lainnya.Aksi kedua dilakukan oleh Komite Anti Penggusuran (KAP) dari palang pintu kereta api Stasiun Tugu Yogyakarta. Dua kelompok aksi ini ketika sampai di Malioboro bergabung menjadi satu. Mereka menggelar orasi di depan pintu masuk DPRD DIY jalan Malioboro dan dilanjutkan longmarch menuju perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta jalan Senopati.Sebuah spanduk warna merah masing-masing sepanjang 4 meter dibentangkan di depan barisan bertuliskan "1 Mei = Hari Persatuan Rakyat Yogyakarta Melawan Neo Orbaisme dan Rezim Militerisme".Sedangkan beberapa poster yang diusung bertuliskan "Naikkan Upah Buruh 100 Persen", "Tolak Sistem Buruh Kontrak", "Stop PHK", "Cabut UU Ketenagakerjaan No 13/2003", dan "Tolak RUU Sistem Jaminan Sosial Nasional".Sedangkan aksi ketiga dilakukan Front Mahasiswa Nasional (FMN) Komite Kota Yogyakarta di Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Aksi yang digelar FMN disertai dengan happening art yang menggambarkan kesengsaraan buruh akibat tekanan para investor dan pengusaha, disertai tekanan oleh penguasa yang terus-menerus memerah buruh tanpa memperhatikan nasib mereka.Happening art ini dilakukan oleh 12 mahasiswa. Terdiri dari 6 orang memerankan buruh tanpa mengenakan pakaian, 2 orang sebagai pengusaha dan 4 orang bertindak sebagai penguasa yang ikut menindas buruh. Setelah melakukan berbagai orasi, aksi dilanjutkan longmarch menuju DPRD DIY jalan Malioboro Yogyakarta. Mereka melewati jalan Cik Di Tiro, jalan Sudirman, perempatan Tugu, jalan Mangkubumi dan Malioboro.Koordinator aksi PRY Deni Satya dalam orasinya di Tugu Yogya mengatakan, Hari Buruh Internasional 1 Mei hendaknya dijadikan momentum bangkitnya buruh sedunia untuk melawan penghisapan dan penindasan pengusaha dan pemilik modal."Sementara itu jasa-jasa buruh tidak pernah diperhatikan dan justru ditindas, di-PHK, bersamaan dengan dijualnya aset-aset negara dengan alasan privatisasi," ujarnya.Dalam tuntutannya, PRY menuntut segera dicabut UU Ketenagakerjaan No 13/2003, menolak sistem buruh kontrak, dihentikannya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menolak RUU Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan dinaikkannya upah buruh 100 persen.Sementara itu FMN Komite Kota Yogyakarta menuntut dihapuskannya praktek hubungan kerja kontrak atau hubungan kerja waktu tertentu, menolak kebijakan upah murah, dan menuntut pemerintah agar menetapkan upah dengan standar hidup layak.
(sss/)











































