"Itu diselenggarakan di wisma MA di Mega Mendung. Itu mengurangi biaya, tidak di hotel," kata juru bicara MA Hatta Ali saat dihubungi detikcom, Minggu (14/2/2010).
Hatta menjelaskan, tes digelar dengan beberapa tahapan, 12-13 Februari yakni tes psikotes yang dilakukan PPSDM UI, kemudian pada 15-16 Februari tes wawancara dengan melibatkan hakim agung, serta tokoh masyarakat antara lain Bambang Widjojanto dan Indrianto Seno Adji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi tes seleksi hakim tipikor bukan karena ingin tidak dipantau publik? "Tidak ada. Terpikirkan pun tidak, ngapain? Kalu tidak memenuhi syarat ya tidak lulus. Terlalu picik kalau berpikiran seperti itu," tutupnya.
(ndr/nal)











































