Perawat Klinik Pekanbaru Duga Ada Aroma Mistis

2 Orang di Klinik Tewas

Perawat Klinik Pekanbaru Duga Ada Aroma Mistis

- detikNews
Minggu, 14 Feb 2010 17:22 WIB
Jakarta - Orang-orang yang kejang di sebuah klinik di Jl Hang Tuah, Pekanbaru, bahkan dua di antaranya tewas, ternyata bukan pasien. Mereka terdiri dari perawat, bidan, dan dua anggota keluarga pasien.

Salah satu perawat, Melva (25), bahkan menyebut apa yang dialaminya berbau mistis. "Ini yang keempat kalinya. Yang terakhir terjadi 6 bulan lalu," katanya saat ditemui detikcom di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Minggu (14/2/2010).

Melva menuturkan, saat kejadian, di klinik itu hanya ada satu pasien melahirkan yang ditunggui keluarganya. Pada Sabtu (13/2) pukul 21.30 WIB, dia siap-siap piket malam. Melva masuk ke ruangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 23.00 WIB, listrik padam. Pegawai yang piket pun menghidupkan genset. Sekitar pukul 00.30 WIB, Melva merasa kepalanya pusing dan sesak nafas. Dia pun memanggil teman sesama perawat yaitu Titin. Titin mencoba membantu Melva yang sudah pucat itu. Tapi tak lama kemudian, Titin merasakan hal yang sama.

Seorang perawat lainnya mengalami hal serupa, demikian juga dua bidan. Melva dan dua rekannya lalu  pingsan. Pembantu klinik tersebut ikut pingsan. Disusul lagi tukang masak, semaput. Keluarga pasien juga pingsan, termasuk seorang bocah yang diperkirakan berusia 2 tahun. Total jenderal, yang pingsan di klinik itu ada 9 orang dan semuanya perempuan.

Malang tak bisa ditolak, pembantu klinik tersebut, Partiyem (22), dan bocah dari keluarga pasien, meninggal dunia di lokasi.

"Setelah saya pingsan, saya tidak tahu kejadian selanjutnya. Tiba-tiba saya sadar pukul 7 pagi  sudah ada sudah di rumah warga di sekitar klinik," kata Melva.

Dua jam setelah sadar, Melva merasakan lagi mual dan hendak muntah. Dia bersama orang-orang yang di klinik pun dirujuk ke RS Bhayangkara.

Apakah ini karena uap genset karena mati lampu? Ditanya seperti itu, Melva tak mengiyakan. Dia menjelaskan, sebenarnya kasus ini pernah terjadi. Sekitar 6 bulan lalu para perawat dan bidan mengalami hal sama, padahal tidak ada pemadaman listrik.

"Kami mengalami hal yang aneh dan sedikit berbau mistis. Iniyang keempat dan kejadiannya selalu pukul 00.00 WIB. Tapi baru kali ini ada yang meninggal," ujar Melva.

Dia menuturkan, jika ada orang yang pusing dan temannya bermaksud menolong, temannya akan merinding dan mencium aroma tak sedap sehingga ikut pusing, mual dan pingsan.

Lalu apa yang dilakukan oleh RS Bhayangkara terhadap Melva dkk? "RS memberi obat antiracun," kata Melva sembari makan di atas ranjang.

Tampaknya, polisi setempat punya PR kasus penuh misteri.
(nrl/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads