"Kalau arusnya deras bisanya akan terjadi banjir," kata seorang warga bantaran Sungai Ciliwung yang ditemui detikcom di sela-sela menyusuri Sungai itu, Minggu (14/2/2010).
Saat kondisi normal aliran sungai yang bermuara di Laut Jawa itu arusnya tidak deras. Karena itu warga masih berani beraktifitas di bantaran sungai seperti mencuci pakaian, perabotan, bahkan untuk mandi sekalipun. Air sungai yang kecoklatan dan sampah yang terbawa air tidak mereka hiraukan selama arus tidak deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Derasnya aliran sungai itu disebabkan banjir kiriman dari Bogor yang mengalir melalui sungai itu. Banjir kiriman itu biasanya disebabkan hujan deras di Bogor.
Jumat, 12 Februari, lalu warga benar-benar melihat tanda itu. Malam hari aliran sungai lebih deras daripada biasanya. Dan benar saja, Sabtu, 14 Februari, sungai meluap hingga 1 meter.
Saat ini banjir sudah surut dan warga mulai membersihkan rumahnya. Namun aliran Sungai Ciliwung masih terlihat deras. Artinya, warga masih harus waspada ancaman banjir.
(nal/nal)











































