UAN di Jabar Jalan Terus, Tapi Tak Jadi Standar Kelulusan

UAN di Jabar Jalan Terus, Tapi Tak Jadi Standar Kelulusan

- detikNews
Sabtu, 01 Mei 2004 01:03 WIB
Bandung - Pemprov Jabar, Dinas Pendidikan Jabar dan Koalisi Guru se-Jabar menyepakati akan terus melaksanakan ujian akhir nasional (UAN). Tapi mereka mendesak Depdiknas tak menjadikan UAN sebagai standar kelulusan siswa.Demikian hasil pertemuan antara pihak Koalisi Guru Se-Jawa Barat dengan pihak Pemprov Jabar yang diwakili Wagub Nu'man Abdul Hakim dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Iim Wasliman yang difasilitasi pihak DPRD Jabar di ruang Panmus DPRD Prov Jabar Jl Diponegoro Bandung, Jumat (30/4/2004).Pertemuan tersebut melanjutkan pertemuan yang sehari sebelumnya yang diskors menunggu kehadiran pihak Eksekutif Pemprov Jabar. Saat itu Wagub Nu'man Abdul Hakim."Ini kompromi berbagai organisasi yang ada di sini," kata Koordinator Koalisi Guru Se-Jawa Barat Iwan Hermawan. Peserta pertemuan menilai tak bijak menolak UAN setelah waktu pelaksanaanya sangat dekat. "Yang paling bijak UAN tetap harus dilaksanakan, dampaknya akan banyak kalau ditolak sekarang. Kenapa tidak dari dulu," kata Sekum PGRI Edi Permadi di tengah forum. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Iim Wasliman juga menyayangkan keterlambatan desakan keberatan terhadap pelaksanaan UAN di Jawa Barat yang menurutnya lebih baik dilakukan saat sosialisasinya. "Kekhawatiran ini baru muncul ketika pihak sekolah mengadakan evaluasi internal. Dan banyak yang merasa tidak mencapai standar. Kenapa baru mencuat sekarang?" katanya. Iim juga mengingatkan UAN merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Mendiknas dan pemerintah daerah tidak bisa membatalkan atau menolaknya. Iimmengusulkan agar semua pihak bersabar dan tetap melanjutkan pelaksanaan UAN. "Kita biarkan UAN tetap berjalan dan apapun hasilnya akan kita bawa sebagai bahan evaluasi ke Mendiknas. Setelah ujian akan ada evaluasi kita akan berpijak dengan hasil UAN tersebut," kata Iim di depan forum. Wagub Jabar Nu'man Abdul Hakim usai pertemuan mengakui bahwa pihak pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi terhadap kebijakan UAN. Dirinya sendiri optimis terhadap pelaksanaan UAN dan menganggap kekhawatiran pihak stakeholder pendidikan di Jawa Barat bahwa 50 persen siswa tidak akan lulus berlebihan. "Rating siswa di Jawa Barat itu sedikit di bawah DKI Jakarta," katanya. "Saya optimis bahwa anak-anak Jawa Barat akan lulus. Dari pengalaman tahun kemarin saja hanya 5 persen yang tidak lulus," kata Nu'man. Sama optimisnya dengan Wagub, Iim juga menilai kekhawatiran pihak guru-guruberlebihan. "Jika benar terjadi, Mendiknas juga pasti sudah menyiapkanlangkah-langkah antisipasinya," katanya. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads