"Dua tahun lalu saya dapat Rp 300 ribu. Tapi sekarang, Rp 30 ribu saja tidak dapat," kata Bawi (50), warga Banten di Klenteng Petak Sembilan, Jakarta Barat, Minggu (14/2/2010).
Bawi kecewa Imlek tahun ini tidak mendapatkan rezeki sebanyak tahun lalu.
"Sekarang jarang yang beri angpau. Tapi sepertinya ada di dalam (klenteng), cuma tidak dibagi-bagi," kata pria yang mengaku sudah mengemis tiga kali tiap Imlek tiba ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga saja masih ada lagi yang memberi sedekah," harap pria yang sudah
beruban ini.
Iwan dan Tini, sepasang suami istri warga Jembatan Lima, Jakarta Barat,Β juga mengeluh. Dengan membawa putra dan putrinya, pasangan pemulung ini seret rezeki di Imlek tahun ini.
"Tahun ini mampet. Tahun 2008 kita berempat bisa dapat Rp 1 juta tapi sekarang seret," kata Iwan sambil tertawa.
Β
Pengurus klenteng sebenarnya tidak melarang umat untuk memberi angpau kepada para pengemis. "Tapi mungkin tahun ini mereka seret rezeki, sehingga jarang memberi angpau. Tahun lalu saja ada yang beri tiap pengemis Rp 100 ribu," kata pengurus klenteng, A Yap.
Pantauan detikcom, sekitar seribu orang pengemis duduk antre di depan klenteng yang terletak di belakang pusat perbelanjaan Glodok, Jakarta Barat, tersebut. Mereka rela duduk di tanah yang becek akibat guyuran hujan semalam.
(nal/nal)











































