Pantauan detikcom, Minggu (14/2/2010) mereka duduk rapi di dalam lokasi klenteng. Para pengemis mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ini berburu sedekah dari warga Tionghoa yang bersembahyang di klenteng tersebut.
Para pengemis yang umumnya memakai baju lusuh ini berasal dari Jakarta hingga Bogor. Mereka rela menginap di dekat klenteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, diperkirakan jumlah pengemis yang datang ke Klenten Petak Sembilan tidak sebanyak tahun lalu. Kondisi relatif aman, sehingga tidak muncul kekhawatiran akan terjadi keributan seperti tahun lalu.
"Tidak seperti tahun lalu, sekarang karena tidak banyak. Hanya 3 ribu orang,"Β terang petugas keamanan, Madih.
Hingga pukul 10.00 WIB, ribuan warga terus berdatangan ke klenteng. Mereka membakar hio dan melepas burung pipit sebagai tanda kebebasan. Gong xi fat choi!
(ndr/nrl)











































