Pemerintah China jelas-jelas berang dengan rencana tersebut. Padahal China sudah jauh-jauh hari memperingatkan agar Obama tidak menemui Dalai Lama.
Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menegaskan, bahwa Obama akan bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet di pengasingan pada tanggal 18 Februari. "Dalai Lama adalah seorang pemimpin agama yang dihormati secara internasional. Dia seorang juru bicara bagi hak-hak Tibet," ujar Robert Gibbs seperti dikutip dari Aljazeera.net, Minggu (14/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan Obama-Dalai direncakan akan berlangsung di White House Map Room dan bukan di Oval Office, ruangan dimana Obama biasanya bertemu pejabat asing.
Sementara, tindakan Obama menuai aksi keras dari pemerintah China. China bahkan mendesak Obama agar membatalkan pertemuan tersebut.
"Cina mendesak Amerika Serikat untuk segera membatalkan keputusan menggealr pertemuan Presiden Obama dengan Dalai Lama. Hal ini untuk menghindari rusaknya hubungan antarnegara," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri China Ma Zhaoxu.
(ape/ape)











































