Hasyim Sebaiknya Tolak Mega

Ketua GP Ansor:

Hasyim Sebaiknya Tolak Mega

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2004 21:35 WIB
Jakarta - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Munawar Fuad Noeh meminta Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menolak pinangan PDIP untuk dijadikan cawapres bagi Megawati. Terhadap pinangan Wiranto, Ansor tak bersikap dan menyerahkannya pada Hasyim.Hal itu disampaikan Ketua GP Ansor Munawar Fuad Noeh kepada wartawan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (30/4/2004). Munawar menegaskan pernyataan tersebut merupakan pernyataannya sebagai pribadi bukan mewakili Ansor. GP Ansor, katanya, saat ini belum mengambil sikap atas pinangan terhadap Hasyim.Sekadar untuk diketahui, saat ini Hasyim Muzadi menjadi rebutan PDIP dan Golkar untuk dipasang sebagai cawapres. Hasyim sendiri belum memberikan jawaban.Munawar mengingatkan Hasyim, saat ini banyak rakyat yang menginginkan perubahan kepemimpinan nasional. Megawati yang saat ini memegang kepemimpinan nasional dinilai telah gagal melaksanakan mandat reformasi. "Jika Pak Hasyim tetap bersikeras jadi cawapres (Mega) maka akan berhadapan dengan aspirasi rakyat yang sudah tidak menghendaki Mega menjadi Presiden kembali," kata Munawar.Setelah meminta menolak Mega, Munawar tak memberikan sikap atas pinangan Wiranto, capres Golkar terhadap Hasyim. "Itu terserah Pak Hasyim untuk memilih yang penting bukan Megawati," kata Munawar saat ditanya lamaran Golkar terhadap Hasyim. Munawar menyarankan Hasyim sebaiknya menolak tawaran menjadi cawapres ataupun masuk jajaran eksekutif. Hasyim sebaiknya hanya mengawal rakyat untuk menunjukkan pemimpin nasional yang paling tepat dipilih. "Pak Hasyim sebagai pemimpin kaum nahdliyin sebaiknya tetap menjadi pengayom umat dan berada di atas semua capres-capres. Jadi Pak Hasyim sebaiknya membantu rakyat memilih siapa yang paling maslahat bagi kepentingan umat dan bangsa," kata Munawar.Munawar bahkan memprediksi langkah Hasyim masuk bursa cawapres justru akan menimbulkan perpecahan di kalangan NU. Hasyim hanya akan menjadi korban elit politik yang berebut kekuasaan. "Tapi apabila Pak Hasyim ingin maju di jajaran eksekutif sebaiknya mencari pasangan capres yang lebih reformis dan memiliki legitimasi yang kuat secara politis," demikian Munawar. Jadi siapa? (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads