Dari hasil penyelidikan polisi insiden penyerangan tersebut tidak terkait dengan politik atau partai politik tertentu. Polisi menyatakan kasus tersebut murni kriminal biasa.
"Saya tegaskan ini kriminal biasa tidak ada kaitannya dengan politik," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hamidin saat jumpa pers di kantor Polres Jakpus, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (13/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pukul 22.00 WIB dan 23.00 WIB," jelasnya.
Kelompok tersebut, jelas Hamidin, bermaksud mencari orang yang diduga melakukan perusakan sekretariat Universitas Kristen Indonesia (UKI) 6 bulan lalu yang kini menjadi aktivis Bendera. Mereka berinisial D dan J, bukan mencari Mustar dan Ferdi.
Dalam keadaan mabuk, kelompok tersebut langsung melakukan penyerangan. "Pelaku juga menjadi korban dan dibawa ke RSCM," imbuhnya.
Saat diselidiki, lanjut Hamidin, pelaku dan korban ternyata saling kenal satu sama lain. Mereka adalah sama-sama alumni UKI.
Akibat penyerangan, 4 orang mengalami luka-luka. Polisi menyita beberapa barang bukti dari pelaku.
"(barang bukti) Ada bambu, kayu, kaca dan semua lokasi kita sisir," tandasnya.
Polisi masih memeriksa satu saksi yakni D. Sementara dua tersangka kini telah ditahan di Polres Jakarta Pusat dan pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
(ape/ape)











































