Ratusan pelajar ini, turun ke jalan selepas pulang dari sekolah, Sabtu (13/2/2010). Dengan mengenakan atribut sekolah, mereka berjalan kaki di kawasan Jl Sudirman, Pekanbaru, Riau.
Layaknya sebuah demo, mereka juga mengusung sejumlah poster yang isinya mengecam perayaan valentine. Mereka menuju ke Gedung RRI Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โAntara laki-laki dengan perempuan bersama-sama melakukan sex bebas. Ajaran menyesatkan ini jangan sampai ditiru umat Islam,โ kata Hasan Iklas salah seorang pelajar dalam orasinya.
Para pelajar juga menyebut, sebaiknya umat Islam jangan terprovokasi atas perayaan hari valentine. Dalam sejarah lain, valentine juga merupakan bentuk persembahan terhadap dewa-dewa setelah laki-laki dan perempuan melakukan pesta seks bebas. Hari valentine dianggap hari pemujaan dewa di Roma.
โAda juga yang menyebut, hari valentine merupakan hari pemujaan terhadap dewa. Kalau sudah begini, mengapa umat Islam harus ikut-ikutan merayakan hari maksiat itu. Kami minta seluruh umat Islam jangan terpengaruh oleh tipu daya,โ kata mereka dalam orasinya di halaman RRI Pekanbaru.
Usai berorasi di radio plat merah itu, ratusan pelajar dengan berjalan kaki kembali berkeling di kawasan jalan protokol itu. Sepanjang jalan mereka berteriak agar umat Islam tidak larut dalam pemahaman orang-orang kafir soal valentine.
(cha/nwk)










































