Pelajar Islam Pekanbaru Ajak Boikot Hari Valentine

Pelajar Islam Pekanbaru Ajak Boikot Hari Valentine

- detikNews
Sabtu, 13 Feb 2010 17:27 WIB
Pelajar Islam Pekanbaru Ajak Boikot Hari Valentine
Pekanbaru - Ratusan pelajar Islam di Pekanbaru turun ke jalan. Mereka berdemo meminta umat Islam jangan sampai ikut-ikutan merayakan hari valentine. Mereka menyebut hari valentine sebuah tradisi di luar ajaran Islam.

Ratusan pelajar ini, turun ke jalan selepas pulang dari sekolah, Sabtu (13/2/2010). Dengan mengenakan atribut sekolah, mereka berjalan kaki di kawasan Jl Sudirman, Pekanbaru, Riau.

Layaknya sebuah demo, mereka juga mengusung sejumlah poster yang isinya mengecam perayaan valentine. Mereka menuju ke Gedung RRI Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampainya di radio milik pemerintah itu, para pelajar ini meminta siaran langsung. Mereka diberikan waktu untuk siaran langsung yang intinya mengajak umat Islam untuk memerangi hari valentine yang dianggap budaya dan agama di luar islam.

โ€œAntara laki-laki dengan perempuan bersama-sama melakukan sex bebas. Ajaran menyesatkan ini jangan sampai ditiru umat Islam,โ€ kata Hasan Iklas salah seorang pelajar dalam orasinya.

Para pelajar juga menyebut, sebaiknya umat Islam jangan terprovokasi atas perayaan hari valentine. Dalam sejarah lain, valentine juga merupakan bentuk persembahan terhadap dewa-dewa setelah laki-laki dan perempuan melakukan pesta seks bebas. Hari valentine dianggap hari pemujaan dewa di Roma.

โ€œAda juga yang menyebut, hari valentine merupakan hari pemujaan terhadap dewa. Kalau sudah begini, mengapa umat Islam harus ikut-ikutan merayakan hari maksiat itu. Kami minta seluruh umat Islam jangan terpengaruh oleh tipu daya,โ€ kata mereka dalam orasinya di halaman RRI Pekanbaru.

Usai berorasi di radio plat merah itu, ratusan pelajar dengan berjalan kaki kembali berkeling di kawasan jalan protokol itu. Sepanjang jalan mereka berteriak agar umat Islam tidak larut dalam pemahaman orang-orang kafir soal valentine.

(cha/nwk)


Berita Terkait