KY akan Pantau Sidang Pemulung

KY akan Pantau Sidang Pemulung

- detikNews
Sabtu, 13 Feb 2010 16:52 WIB
KY akan Pantau Sidang Pemulung
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) dipastikan akan mengirim stafnya untuk memantau jalannya peradilan atas terdakwa, Chairul Saleh, pemulung yang didakwa jaksa memiliki satu paket ganja. Selain itu, sidang yang akan digelar pada Senin besok, juga akan menghadirkan 2 orang saksi yang melihat proses penangkapan terdakwa di tepi rel Jalan Benda Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kemarin saya sudah mendapat kepastian dari KY bahwa akan mengirim stafnya untuk memantau jalannya sidang peradilan," kata pengacara Chairul Saleh, Raja Nasution saat dihubungi detikcom, Sabtu, (13/2/2010).

Sayangnya, pemantauan ini tak diikuti oleh komisi negara lainnya yaitu Komnas HAM dan Kompolnas. Padahal, kedua institusi tersebut telah dimintai bantuannya untuk mengawal jalannya sidang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena sidang ini rawan manipulasi yaitu negara, dalam hal ini Jaksa menuduh pemulung. Orang yang tak punya apa-apa, bahkan tidur pun harus di atas tanah, di samping rel,” tambahnya.

Untuk membebaskan Chairul Saleh, senin besok akan dihadirkan 2 orang saksi yang melihat proses penangkapan tersebut. Saksi tersebut adalah yang
melihat, mendengar dan mengetahui sendiri proses penangkapan Chairul hingga
tiba-tiba dituduh memliki ganja.

"Selain dua saksi, dari fakta-fakta sidang bisa diketahui kemana arah kasus ini. Dan saya yakin, persidangan ini akan mengarah terhadap bebasnya terdakwa dari semua tuntutan," janjinya.

Awal mula kasus tersebut bermula ketika pemulung yang biasa mencari botol bekas, Chairul Saleh (38), dituduh memiliki ganja seberat 1,6 gram dan tertangkap tangan pada 3 September 2009 lalu. Bersama puluhan pemulung lainnnya, dia tinggal di tepi rel KA, Jalan Benda, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kini dia duduk di kursi pesakitan PN Jakarta Pusat untuk tuduhan yang dilontarkan polisi dan jaksa kepadanya.

(asp/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads