Sekjen PDIP: Jika Mega Gandeng Militer, Berarti Jerumuskan TNI
Jumat, 30 Apr 2004 17:11 WIB
Denpasar -
Sekjen PDIP Sutjipto menegaskan, Megawati tidak akan berduet dengan militer. "Kalau Mbak Mega ambil militer, sama dengan menjerumuskan militer," kata Tjipto.Hal itu disampaikan Tjipto usai konsolidasi PDIP Bali dalam pemenangan pilpres di Hotel Nikki, Denpasar, Jumat (30/4/2004)."Kalau kita ikut-ikutan menarik dari sana (militer), hanya demi pertimbangan politik, ya sama saja akan mengembalikan militer kepada posisi dan fungsi seperti Orba," kata Tjipto.Ini berarti Mega positif tidak duet dengan militer? "Ndak. Apakah Anda ingin?" kilah Tjipto sambil terkekeh."Namun, PDIP tidak anti-militer. Sebenarnya upaya kita menempatkan militer agar posisi dan fungsinya sesuai semangat konstitusi. Militer dan Polri harus kuat," tegasnya.Bagaimana dengan militer yang reformis? "Bagaimana pun juga, budaya miiter adalah budaya komando," jawab Tjipto.Apakah tidak takut blunder jika PDIP mengobok-obok militer, seperti Taufiq mengobok-obok SBY dulu? "Blunder apa? Yang menjelek-jelekkan Mbak Mega tanpa batas kan media terutamanya. Akhirnya apa, masyarakat berharap kalau ikut militer pasti lebih aman. Padahal Anda akan menjerit kalau didekati gaya militer seperti kemarin (Orba)," jawab Tjipto.Di akhir wawancara, Tjipto menganggap semua lawan politiknya (capres), baik berlatar belakang militer, Golkar, dan kalangan agama, sebagai lawan yang berat.
(nrl/)










































