Gus Dur Tidak Dukung Capres Alternatif Aliansi Parpol

Gus Dur Tidak Dukung Capres Alternatif Aliansi Parpol

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2004 16:50 WIB
Jakarta - Capres alternatif belum diajukan aliansi parpol, tapi Gus Dur sudah langsung blak-blakan bilang tidak akan ikut mencalonkan ataupun mendukungnya."Ya biar aliansi aja yang bikin, bukan saya yang dukung. Saya bisa saja ikutan tanda tangan, tapi tidak akan ikut nyalonin atau dukung siapapun. Saya bisa saja tanda tangan manifesto politik, tapi tidak ikut tanda tangan (dukung calon) presidennya."Demikian kata Ketua Umum Dewan Syuro PKB Gus Dur di rumah Ketua DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) Ade Nasution, jalan Dempo Jakarta Selatan, Jumat (30/4/2004).Gus Dur menghadiri pertemuan 11 parpol lainnya yang menamakan diri Aliansi Pemilu Bersih. Mereka menandatangani manifesto politik tentang kesepakatan untuk membangun sebuah wadah perjuangan bersama dan lahirnya kepemimpinan alternatif yang baru."Saya belum tanda tangan karena datangnya terlambat. Tapi lain-lainnya mah, saya ikut lah," kata capres PKB ini terdengar lesu.Menurut Gus Dur, yang diperjuangkan adalah cita-cita sebuah kesepakatan luhur yang dulu dicapai para pendiri negara. "Sekarang perlu kita tegaskan kembali dalam manifestasi politik, karena begitu banyak tantangan dan perbuatan oleh berbagai pihak yang mengebiri demokrasi," ujarnya berdiplomasi.Seperti diberitakan, MA menolak permohonan judicial review PKB dan Gus Dur tentang syarat kesehatan capres yang dinilai mengganjal Gus Dur sebagai capres karena masalah penglihatan.Atas keputusan itu, Wakil Ketua Umum PKB Mahfud MD langsung menyatakan, untuk sementara ini PKB tidak akan dalam posisi mencalonkan atau mendukung salah satu capres.Gus Dur pun menyatakan akan mundur sebagai capres PKB apabila MA tidak mencabut SK KPU 31/2004 tentang petunjuk teknis penilaian kemampuan rohani dan jasmani capres dan cawapres, dan SK KPU 26/2004 tentang tata cara pencalonan pemilihan capres dan cawapres. "Saya akan menarik diri dan tidak akan mencalonkan maupun mendukung siapapun," tukas Gus Dur. (sss/)


Berita Terkait