Pantauan detikcom, tim yang terdiri Ketua Pansus Idrus Marham, anggota Pansus Romahurmuziy (FPPP), M Toha (FPKB) dan Maruarar Sirait (FPDIP), tiba di kantor Kemenkeu sekitar pukul 14.00 WIB. Acara diawali dengan dialog dan verifikasi data kepada Sekjen Kemenkeu Mulia Nasution, mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede, dan Dirjen Kekayaan Negara Hadianto.
Pada pukul 17.00 WIB, tim lalu mendatangi ruang rapat KSSK di lantai 3 ruang III/2, Gedung Kemenkeu. Pejabat Depkeu memperlihatkan posisi duduk sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat KSSK periode 20-21 November 2008. Di antaranya adalah Menkeu Sri Mulyani, Marsilam Simanjuntak dan petinggi BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini loh Pak tempat duduk Robert pas menunggu," ujar staf tersebut kepada anggota pansus.
Menurut Idrus Marham, dari hasil rekonstruksi terhadap BI dan Kemenkeu diperoleh data-data yang akan dikonfirmasi dengan keterangan saksi yang sudah diperiksa. Namun, ada data rapat KSSK pada tanggal 13 November 2008 yang belum diserahkan oleh pihak Kemenkeu.
"Rapat konsultasi pada tanggal 13 November itu sangat penting bagi kita, agar terjadi sinkronisasi antara rekaman-rekaman yang ada. Kalau itu tidak ada, maka akan terpotong maka pembahasan kasus itu tidak akan sempurna," jelas Idrus.
Pihak Kemenkeu menjawab data tersebut ada di Bank Indonesia. "Meskipun tadi dari pihak keuangan mengaku itu ada di BI. Selanjutnya kita akan konfirmasi ke BI," tutup Idrus.
Sementara itu, rekonstruksi akan kembali dilanjutkan pada Senin 15 Februari mendatang. Pemeriksaan akan digelar di kantor Bank Mutiara Plasa Senayan pukul 09.00 WIB pagi.
(mad/nrl)











































