"Usianya 8 tahun, inisialnya PJ. Dia salah satu korban Babe, dia anak jalanan di sekitar Cakung, Jakarta Timur," ujar Kepala Dinas Sosial DKI Budihardjo kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2010).
Menurut Budi, PJ tadinya enggan memberikan keterangan kepada Dinsos bahwa dia merupakan korban dari Babe. Namun setelah dibujuk akhirnya PJ mau bercerita ke polisi khusus (polsus) Dinsos. "Dia masih ketakutan dan trauma," kata Budi.
PJ, lanjut Budi, telah memberikan keterangan di Polda Metro Jaya dengan didampingi Dinsos terkait kekerasan seksual yang dialaminya.
"Sebelumnya kita bawa ke Polres tapi Polres menolak dan itu urusan Polda. Kita sudah bawa ke Polda dan dia memberi keterangan di sana," jelas Budi.
PJ kini dalam perlindungan Dinsos.
Dari data yang dimiliki Dinsos DKI, saat ini, di Jakarta ada sekitar 4.023 anak jalanan. Jumlah itu menurun dari tahun 2009 yakni 6.224. Sedangkan pada 2008 ada 9 ribu anak jalanan.
"Dari angka 4.023 tersebut, yang baru kita data sekitar 2 ribu dan ini masih belanjut sampai 19 Februari," tandas Budi.
Operasi Pendataan Anak Jalanan dilakukan pada 21 Januari 2010 lalu. Operasi dilakukan oleh Dinsos bekerja sama dengan beberapa LSM dan pekerja sosial.
Data polisi menunjukkan, anak jalanan yang menjadi korban kejahatan seksual dan dibunuh mencapai 14 anak. Beberapa di antaranya dimutilasi.
(nik/iy)











































