"Awalnya, murid Pak Anand tidak boleh ada yang tahu nomor handphonenya. Tetapi, saya lihat di SMS anak saya kok ada SMS dari dia. Tulisannya,Β I Love You, You Are My Angle. Saya jadi curiga terlebih anak saya sejak ikut itu ( Anand Ash ram) tahun 2008 tidak mau kuliah," papar Wijarningsing, usai mendampingi TR melapor ke Komnas Perempuan, di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2010).
Menurut Wijarningsih, TR diambil dari rumah oleh 5 orang pengikut Anand Krishna. Saat itu TR cenderung membela yang menjemputnya. "Tetapi di luar rumah ada 40 orang pengikut Anand," kata dia yang juga bergabung di Anand Asrham sejak tahun 2003 ini.
Wijarningsing mengaku curiga. Pada Juni 2009, ia mengambil TR secara hukum dengan didampingi polisi, pengacara, suami dan kakaknya. TR diambil di tempat kosnya, daerah kampus Binus.
"Pak Anand lagi ke Bali dan anak saya, saya ikutkan hipnoterapi dan September baru ingat kejadiannya Februari hingga April. Saya baru laporkan ini karena anak saya butuh waktu untuk mengingat kejadian itu kembali," ujarnya.
(aan/iy)











































