Hal tersebut ditegaskan Amiruddin saat dimintai keterangan Pansus Century di Mapolda Sulselbar, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (12/2/2010).
"Saya tidak pernah menyumbang ke tim kampanye SBY-Boediono. Saya tidak kenal satu pun orang parpol," kata Amiruddin.
Pertemuan antara Amiruddin dan Pansus Century sering diwarnai gelak tawa. Misalnya saja saat anggota Pansus Century Gondo Radityo Gambiro dari Fraksi Demokrat menyatakan partainya telah difitnah menerima dana bailout Bank Century. Belum selesai bicara, Amiruddin langsung menyela.
"Bukan cuma Bapak. Saya juga korban fitnah," ujar Amiruddin disambut tawa semua orang yang berada di dalam ruang pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan itu Amiruddin juga mengaku dirugikan dengan isu keterkaitan dirinya dalam bailout Bank Century. Banyak rekan bisnis Amiruddin khawatir asetnya merupakan hasil dari kejahatan pencucian uang.
Nama Amiruddin Rustan mendadak terkenal. Pengusaha bengkel itu disebut mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji menerima dana talangan senilai Rp 35 miliar.
Sejumlah anggota Pansus Century juga menilai aneh pencairan dana Amiruddin ini. Sebab hal itu dilakukan saat Bank Century mengalami kesulitan likuiditas.
Namun menurut pimpinan Bank Century Makassar Rusdi Natsir, pencairan dana deposito Amiruddin Rustan sudah sesuai aturan. Sebab deposito Amiruddin Rustan memang sudah jatuh tempo.
"Jika tidak dicairkan kepercayaan masyarakat pada bank akan turun. Dan saya juga bisa dipenjarakan," ungkap Rusdi.
(mna/djo)











































