Serempak, puluhan murid itu mengangkat tangan.
“Ja..ka..ta”
Salah satu dari mereka menjawab terbata-bata.
Inilah yang terjadi saat staf Kedutaan Indonesia Gonthi Sitohang bertanya pada 66 murid di sebuah SD di Wina. Setelah Gonthi memberikan 20 menit presentasi tentang Indonesia, ia memberi kuis pada anak-anak SD itu. Pertanyaannya beragam, mulai dari ibukota Indonesia, mata uang, jumlah pulau, nama bahasa, hingga makanan sehari hari orang Indonesia.
Setiap dilontarkan pertanyaan, anak-anak ini pun berebut menjawab. Tidak ada catatan, tak ada contekan. Mereka hanya berusaha mengingat isi materi singkat presentasi tentang Indonesia. Sebagai iming-iming, setiap jawaban yang benar, para murid berhak mendapat suvenir khas Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memperkenalkan Indonesia dengan segenap kekayaan budayanya memang merupakan upaya yang terus digalang oleh orang Indonesia di Austria. Termasuk para staf kedutaan Indonesia ini dengan menjalin hubungan dengan sekolah sekolah di Wina dalam kesempatan Schulkultur, atau Pengenalan Budaya di sekolah. ‘Kita ingin menumbuhkan kembali tradisi Schulkultur yang sudah hilang 3 tahun terakhir ini’. Demikian kata Gardina Kartasasmita dari Pensosbud KBRI Wina. Schulkultur ini sendiri tak berhenti dengan presentasi dan penampilan saja, namun dilanjutkan dengan praktek dan workshop langsung oleh anak-anak.
Lalu, pada minggu terakhir, anak anak ini akan memamerkan kebolehannya berkesenian Indonesia di depan orang tua mereka. ‘’Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka senang sekali’, seru Astrid Silitonga, salah satu wali kelas di SD tersebut.
Menurut Gardina, menggaungkan karya budaya tanah air harus semakin digalakkan sekarang ini. Tidak bisa tidak, karena citra Indonesia terus digempur oleh pengaruh media yang terkadang kurang imbang dalam pemberitaan. Sebelum kelas Geografi-Mengenal Indonesia- ini, mungkin tak ada bayangan didalam anak anak ini tentang sebuah negara besar bernama Indonesia.
Kalaupun mereka tahu, mungkin pengetahuan mereka sudah dipenuhi dengan asumsi tentang aksi terorisme dan tragedi yang mereka sering lihat di TV dan koran di Austria. ‘’Melalui Schulkultur ini, keindahan dan energi positif Indonesia harus terus ditebarkan pada dunia’’, sambung Gardina mantap.
(sal/nrl)











































