Amien: Hati-Hati dengan Campur Tangan Asing

Amien: Hati-Hati dengan Campur Tangan Asing

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2004 14:49 WIB
Bandung - Ketua Umum DPP PAN Amien Rais meminta masyarakat agar waspada dan berhati-hati menyikapi beberapa kejadian dan konflik yang muncul lagi di Indonesia. Kendati belum bisa dibuktikan benar, Amien meminta agar masyarakat melawan keras campur tangan pihak asing terhadap bangsa Indonesia.Demikian ditegaskannya saat melakukan silaturahmi dengan ribuan umat Islam, usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Bandung, Jumat (30/4/2004). Amien pada kesempatan itu juga menjadi imam sekaligus khatib shalat Jumat.Amien mencontohkan bahwa sudah ada indikasi kuat untuk menggeser konflik yang terjadi di Ambon dari soal makar gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) menjadi pertikaian antar agama. "Ada masjid yang dirusak. Ada sekolah Muhammadiyah di sana juga dibakar. Ada juga gereja yang dirusak. Ini untuk membawa konflik yang terjadi menjadi pertikaian antar umat beragama di sana. Tidak boleh hal ini kita biarkan," tegasnya.Amien sendiri menengarai adanya campur tangan asing, yang memang ingin merusak suasana damai di Indonesia. Dalam hal penahanan kembali pengasuh Ponpes Ngruki Solo Ustadz Abu Bakar Ba'asyir misalnya, Amien menegaskan bahwa sepanjang untuk penegakan hukum upaya polisi bisa dimengerti. Namun jika penahanan kembali itu atas tekanan pihak asing, maka harus ditentang.Karena itu, khusus terhadap kepemimpinan nasional mendatang yang akan dipilih dalam Pemilu langsung 5 Juli dan putaran II pada 20 September 2004 mendatang, Amien meminta agar masyarakat bisa teliti dan hati-hati terhadap para calon yang ada. "Jangan sampai memilih calon yang memang sering bolak-balik ke Washington untuk meminta petunjuk," tegasnya. Namun Amien tidak merinci, siapa capres yang dimaksudkannya itu.Agenda pemilihan presiden mendatang menurutnya sangat penting dan krusial untuk menjaga sekaligus meluruskan reformasi. "Demokratisasi paling tidak sudah terwujud. Siapa yang dahulu bisa membayangkan, seorang Ketua Umum PB NU menjadi presiden, seorang Ketua PP Muhammadiyah menjadi Ketua MPR, keterbukaan pers dan lainnya. Namun dengan reformasi hal itu bisa terjadi," katanya.Untuk itu, penting untuk menjaga agar momentum itu nantinya tidak hilang. "Jangan sampai salah memilih presiden. Kalau sampai salah, artinya akan begitu banyak masalah yang bertubi-tubi sampai tahun 2009. Momentum reformasi juga akan hilang," tegasnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads