Massa Partai Gurem Duduki KPU Batam, Anggota Mengungsi
Jumat, 30 Apr 2004 14:34 WIB
Pekanbaru - Sejumlah partai politik (parpol) gurem di Batam menolak hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Batam. Massa berjumlah ratusan melakukan ancaman, teror dan nyaris membunuh Ketua KPUD Batam Agustiar. Karenanya, seluruh staf dan anggota KPUD Batam terpaksa mengungsi.Sudah lima hari ini, Kantor KPUD Batam sepi dari aktivitasnya. Staf dan anggota KPUD di sana, tidak bisa masuk ke kantor mereka. Penyebabnya, di luar pagar massa parpol menguasainya. Selain menduduki, massa partai itu pun melakukan ancaman dan teror kepada staf dan anggota KPUD Batam."Sudah lima hari ini kantor KPUD di duduki massa. Massa yang mengaku dari partai itu juga melakukan ancaman terhadap keluarga anggota KPUD Batam. Karenanya kini seluruh staf dan anggota KPUD beserta keluarganya terpaksa mengungsi ke tempat yang aman," kata Ketua Pokja Penghitungan Suara KPU Riau, Alwis kepada Chaidir Anwar Tanjung dari detikcom, Jumat (30/0/2004) di Kantor KPUD Riau, Jl Gajahmada, Pekanbaru. Masih menurut Alwis, tidak hanya aksi teror yang dilakukan massa partai itu. Malah kemarin, Ketua KPUD Batam, Agustiar, menjadi korban pengeroyokan. Nyaris saja Agustiar tewas dihakimi massa."Namun saat kejadian itu, pihak kepolisian berhasil mengamannya Agustiar dari keroyokan massa. Kalau tidak, mungkin ceritanya sudah berbeda. Kami sangat menyayangkan sikap massa tersebut,kata Alwis.Untuk menghindari ancaman dan teror massa, sebagian besar staf dan anggota KPUD Batam diperkirakan hari ini mengungsi ke Pekanbaru. Mereka juga memboyong seluruh keluarganya."Saya barusan dapat informasi, kalau saat ini Ketua KPUD Batam sedang di Jakarta. Dari sana selanjutnya akan ke Pekanbaru bersama keluarganya untuk mengungsi sementara," kata Alwis.Atas ancaman dan teror itu, menurut Alwis, KPU Riau secara resmi telah meminta bantuan pihak Polda Riau untuk mengamankan seluruh keluarga angota KPUD Batam. Selain itu juga meminta Polda Riau untuk mengamankan Kantor KPUD Batam yang kini diduduki massa."Kita sudah meminta secara resmi kepada Polda Riau, agar memberikan pengamanan kepada anggota KPUD Batam yang mendapat ancaman teror," ujar Alwis.
(nrl/)











































