Warga Desa Teluk Meranti Minta Izin HTI RAPP Dicabut Selamanya

Warga Desa Teluk Meranti Minta Izin HTI RAPP Dicabut Selamanya

- detikNews
Jumat, 12 Feb 2010 13:29 WIB
Pekanbaru - Ratusan warga Desa Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan Riau memyambung hangat kedatangan Menhut Zulkifli Hasan. Mereka berharap, izin Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dicabut selamanya, bukan sementara.

Ratusan warga ini berkumpul di lapangan sepak bola di desa mereka, Jumat (12/02/201/0). Sejak pagi ratusan warga sudah menunggu kedatangan kunjungan kerja Menhut Zulkifli Hasan yang akan menentukan nasib izin perluasan HTI P RAPP milik Sukanto Tanoto itu. Menhut tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB dengan menggunakan heli milik Polda Riau. Di samping itu satu heli lainnya milik PT RAPP.

Syahrizal tokoh masyarakat desa yang dihubungi detikcom, mengatakan, bahwa mereka berharap dapat berdialog langsung dengan Menhut. Namun sampai menjelang solat jumat, warga belum diberi kesempatan untuk berdialog dengan Menhut. Walau demikian sejumlah warga lainnya menyempatkan diri untuk bersalaman dengan orang nomor satu dalam bidang kehutanan di Indonesia itu.

"Warga yang menuntut agar izin HTI RAPP dicabut untuk selamanya seakan mendapat halangan dari pihak perusahaan. PT RAPP dengan sengaja menghalangi warga untuk berdialog langsung soal keluhan pembukaan HTI tersebut," kata Syahrizal.

Menurutnya, ratusan warga Desa Teluk Meranti, telah sepakat agar pemerintah pusat tidak hanya sekedar mencabut sementara izin HTI PT RAPP yang luasnya lebih dari 40 ribu hektar tersebut.

"Kami warga desa minta agar izin HTI PT RAPP dicabut untuk selamanya. Pembukaan HTI hanya menyengsarakan masyarakat saja," kata Syahrizal.

Masih menurutnya, rencananya Menhut akan salat Jumat di desa setempat sekaligus makan siang. Mereka berharap, akan ada dialog yang akan dilaksanakan di balai desa mereka. Tapi warga juga menyadari ada kelompok masyarakat lainnya yang pro terhadap RAPP.

"Memang ada kelompok masyarakat lainnya yang sudah diatur RAPP untuk mendukung pembukaan HTI tersebut. Karena itu jangan sampai nanti, dalam dialog ada rekayasa dari pihak-pihak tertentu untuk meyakinkan Menhut agar tetap memberikan izin HTI PT RAPP," kata Syahrizal.

(cha/djo)


Berita Terkait