"Sampai saat ini belum menemukan produk susu atau yang berbasis susu mengandung melamin," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kustantinah, kepada wartawan di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (12/2/2010).
Konfirmasi ini terkait ditemukannya sebagian susu mengandung melamin di China. Di China, produk susu itu menjadi dasar bahan baku pembuatan permen ataupun makanan lain yang kemudian diekspor, salah satunya ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susu bermelamin sempat santer beredar 2008. Berbagai produk impor China ramai diperdagangkan dan dikonsumsi masyarakat dalam bentuk permen, snack maupun roti. Melamin merupakan zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kritis seperti kanker.
"Produsen harus memberikan informasi label yang sejujurnya. Menggunakan bahasa Indonesia atau pun padanan yang tepat," tandas Kustantinah.
(Ari/nrl)











































