"Operasi belum. Lagi tunggu hasil tes EBV, di laboratorium Amerika,' ujar Dewi melalui hubungan telepon, Jumat (12/2/2010).
Menurut Dewi, dirinya diambil darahnya untuk tes EBV pada 4 Februari 2010 lalu oleh pihak RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah. Hasilnya, kata Dewi, kemungkinan akan diketahui pekan depan.
Dewi berharap, hasil tes negatif agar dirinya bisa mendonorkan hati pada anak keduanya itu. Dengan begitu Bilqis akan cepat teratasi.
"Kalau hasilnya positif, maka ayahnya yang akan dites kesehatan untuk mendonorkan hati pada Bilqis. Tapi ini butuh waktu lagi," kata perempuan berusia 37 tahun itu.
Sementara kondisi Bilqis saat ini, lanjut Dewi, agak batuk. Namun, berat badan putrinya saat ini juga sudah meningkat menjadi 8,4 kg. "Kalau operasi beratnya (minimal) 9 kg," jelas Dewi.
Untuk jumlah uang yang diterima melalui rekening Bilqis, berdasarkan laporan yang diterima, Dewi menuturkan berjumlah Rp 1,5 miliar.
Bilqis yang lahir pada 20 Agustus 2008 diketahui mengidap saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal (Atresia Bilier) saat usianya menginjak 2 minggu. Sekujur tubuhnya menghitam dan kekuningan. Perutnya buncit dan gatal di seluruh tubuhnya. Kotorannya pun berwarna kuning pucat.
Bilqis akan menjalani operasi transplantasi hati di RSUP Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, yang memiliki sejarah sukses melakukan operasi serupa. Bilqis kini masih berada di Paviliun Merak.
(nik/iy)











































