Namun Gedung Putih meragukan kebenaran Ahmadinejad. Dikatakan juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs, Ahmadinejad telah membuat serangkaian statemen yang berdasarkan politik, bukan kenyataan.
"Program nuklir Iran telah mengalami serangkaian masalah sepanjang tahun. Jujur saja, apa yang dikatakan Ahmadinejad.... dia mengatakan banyak hal dan banyak dari itu yang ternyata tidak benar," cetus Gibbs seperti dikutip Reuters, Jumat (12/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Ahmadinejad sebelumnya telah mengumumkan dimulainya proses pengayaan uranium hingga level 20 persen. Pengumuman ini sontak menuai kecaman dari AS dan sekutu.
Presiden AS Barack Obama bahkan mengancam akan mengisolasi Iran dengan serangkaian sanksi baru jika negeri itu terus mengarah ke pengembangan senjata nuklir.
AS dan Eropa mengkhawatirkan Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi untuk kepentingan sipil.
(ita/iy)











































