Sutiyoso Janji SLTPN 56 dan SMUN 87 Tak Dibubarkan

Sutiyoso Janji SLTPN 56 dan SMUN 87 Tak Dibubarkan

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2004 12:49 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berjanji tidak akan membubarkan kegiatan belajar mengajar di SLTPN 56 Jeruk Purut dan SMUN 87 Bintaro apabila ruislag PT Tata Disantara yang dimiliki Abdul Latief dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) DKI Jakarta batal."Sekolah itu nggak mungkin saya bubarkan apapun alasannya. Mereka tidak usah takut saya yakinkan itu," kata Sutiyoso di gedung Balaikota, Jakarta, Jum'at (30/4/2004). "Siswa dan orang tua murid tidak perlu resah pindah dari sekolah itu. Mereka kan goyah karena takut Latief menuntut kita terus minta sekolah itu dikembalikan. Itu saja yang diresahkan mereka. Untuk itu saya jawab sekolah itu akan tetap berjalan apapun resikonya nanti," ungkap Sutiyoso.Seperti diberitakan, kasus ini bermula terjadi tukar guling antara PT Tata Disantara yang dimiliki Abdul Latief dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) DKI Jakarta pada tahun 2000 lalu. Untuk menguasai lahan SLTPN 56 yang letaknya strategis di Blok M, maka Latief merelakan 2 lahannya di Jeruk Purut dan Bintaro sebagai gantinya.Setelah ruislag gol, SLTPN 56 pun dipindahkan ke Jeruk Purut. Sedangkan lahan di Bintaro dibangun menjadi SMUN 87. Namun, ruslag SLTPN 56 tidak berjalan mulus. Buntutnya, mantan menteri ini pun mengancam akan membatalkan ruislag dan meminta kembali lahan yang telah dibangun menjadi SLTPN 56 di Jeruk Purut dan SMUN 87.Ketika ditanya mengenai pertemuan Sutiyoso dengan perwakilan SMUN 87 Bintaro, SLTPN 56 Jeruk Purut dan SMP 12 di rumah dinasnya jalan Suropati, Kamis (29/4/2004) malam, Sutiyoso menjawab pertemuan itu sebatas silahturahmi. "Mereka mau silahturahmi dengan saya masa saya mau larang. Cuma silahturahmi biasa saja kok," imbuhnya. (aan/)


Berita Terkait