Tjahjo: Terpilihnya Miranda dan Beredarnya Uang Itu Hal Berbeda

Kasus Agus Condro

Tjahjo: Terpilihnya Miranda dan Beredarnya Uang Itu Hal Berbeda

- detikNews
Jumat, 12 Feb 2010 09:50 WIB
 Tjahjo: Terpilihnya Miranda dan Beredarnya Uang Itu Hal Berbeda
Jakarta - FPDIP mengakui menginstruksikan anggotanya untuk memilih Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Namun ditegaskan, terpilihnya Miranda tidak bisa langsung dikaitkan dengan bagi-bagi uang yang kini menyebabkan politisi PDIP Dudhie Makmun Murod ditahan KPK.

"Harus dipisahkan proses keputusan terpilihnya Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan kasus isu beredarnya pemberian uang tersebut," ujar Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (12/2/2010).

"Pemilihan terhadap figur Miranda merupakan hak politik fraksi, soal ada indikasi lain, itu hak KPK untuk menelusurinya," lanjut Tjahjo.

Dudhie Makmun Murod, Kamis (11/2/2010) kemarin ditahan KPK karena diduga menerima suap terkait pemilihan  Miranda S Goeltom. Pengacara Dudhie, Amir Karyatin, menyatakan Dudhie sebenarnya hanya menjalankan perintah dari politisi PDIP berinisial PN.

Tjahjo menegaskan, meski Dudhie menyeret sejumlah rekannya, PDIP tidak akan mengintervensi KPK.
"Kami tidak mau mengintervensi KPK yang tentunya mempunyai dasar pertimbangan yang didukung bukti," kata Tjahjo.

Tjahjo mengaku sudah berkomunikasi dengan Dudhie soal kasusnya. Duddhie pun berjanji  akan membuka semua yang terkait kasus tersebut dan proses penahanannya di pengadilan. "Walaupun dalam pemeriksaan KPK, saudara Dudhie sudah menyampaikan terbuka kepada penyidik KPK," katanya.

Sebagai pimpinan fraksi, Tjahjo siap memberikan pembelaan kepada Dudhie.

(amd/iy)


Berita Terkait