Hal itu disampaikan Station Manager Trigana Air Samarinda, Dwi Adi Septianto, kepada wartawan ketika ditemui di Bandara Temindung Samarinda, Jl Pipit, Kamis (11/2/2010).
"Kita pastikan menanggung seluruh biaya perawatan," kata Septianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesembilan belas penumpang diangkut dengan menggunakan bus bernomor polisi KT 7159 AK dan tiba di Bandara Temindung Samarinda, sekitar pukul 16.15 WITA. Sebagian besar dari pakaian belasan penumpang tersebut dipenuhi lumpur.
Sementara tiga penumpang korban luka tersebut adalah Syafrudin, yang dirawat di RS H Darjad Samarinda, dan Trianti serta Husin, yang menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Sementara Suryati, penumpang wanita yang mengalami luka dan patah tulang, juga menjalani perawatan di rumah sakit Balikpapan.
"Penumpang selamat lainnya dijemput keluarganya masing-masing," ujar Septianto.
Dijelaskan Septianto, pesawat milik perusahaannya tersebut baru sepekan terakhir dioperasikan, setelah didatangkan dari luar wilayah Kaltim.
"Pesawat itu kita datangkan dari luar untuk rute baru di Kaltim," imbuh Septianto.
Pesawat tersebut mendarat darurat disebabkan mengalami kerusakan mesin. Namun Septianto enggan menjelaskan mengenai penyebab kerusakan pesawatnya.
"Saya tidak bisa menjelaskan karena itu terkait masalah teknis," pungkasnya.
(lrn/fiq)











































