Trigana Air Jamin Biaya Perawatan Korban

Mendarat Darurat di Kukar

Trigana Air Jamin Biaya Perawatan Korban

- detikNews
Kamis, 11 Feb 2010 22:00 WIB
Trigana Air Jamin Biaya Perawatan Korban
Samarinda - Manajemen Trigana Air menyatakan akan memberikan jaminan penuh terhadap korban luka dan patah tulang akibat pendaratan darurat pesawat mereka jenis ATR-42/300. Pesawat bernomor registrasi PK-YPR itu mendarat di areal persawahan di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (11/2/2010).

Hal itu disampaikan Station Manager Trigana Air Samarinda, Dwi Adi Septianto, kepada wartawan ketika ditemui di Bandara Temindung Samarinda, Jl Pipit, Kamis (11/2/2010).

"Kita pastikan menanggung seluruh biaya perawatan," kata Septianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasar manifes penumpang, pesawat tersebut berpenumpang 46 orang ditambah lima orang awak pesawat. Akibat kejadian tersebut, 19 orang dievakuasi ke Samarinda serta tiga orang penumpang luka dirawat di rumah sakit.

Kesembilan belas penumpang diangkut dengan menggunakan bus bernomor polisi KT 7159 AK dan tiba di Bandara Temindung Samarinda, sekitar pukul 16.15 WITA. Sebagian besar dari pakaian belasan penumpang tersebut dipenuhi lumpur.

Sementara tiga penumpang korban luka tersebut adalah Syafrudin, yang dirawat di RS H Darjad Samarinda, dan Trianti serta Husin, yang menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Sementara Suryati, penumpang wanita yang mengalami luka dan patah tulang, juga menjalani perawatan di rumah sakit Balikpapan.

"Penumpang selamat lainnya dijemput keluarganya masing-masing," ujar Septianto.

Dijelaskan Septianto, pesawat milik perusahaannya tersebut baru sepekan terakhir dioperasikan, setelah didatangkan dari luar wilayah Kaltim.

"Pesawat itu kita datangkan dari luar untuk rute baru di Kaltim," imbuh Septianto.

Pesawat tersebut mendarat darurat disebabkan mengalami kerusakan mesin. Namun Septianto enggan menjelaskan mengenai penyebab kerusakan pesawatnya.

"Saya tidak bisa menjelaskan karena itu terkait masalah teknis," pungkasnya.

(lrn/fiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads