Ida dan rombongan keluarganya yang berjumlah sekitar 10 orang tiba di tahanan Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Kamis (11/2/2010) sekitar pukul 17.30 WIB.
Ida yang turun dari mobil Kijang Inova warna abu-abu metalik bernopol B 202 IL, menolak pertanyaan wartawan seputar putusan terhadap suaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ida yang mengenakan blus warna hijau dan celana panjang hitam kemudian mendekati pintu Tahanan Narkoba yang sudah ditutup sejak pukul 15.00 WIB. Sejenak Ida dan rombongan keluarganya menunggu pintu tahanan untuk dibuka.
"Nanti ya, Mba Ida kecapekan. Tadi terinjak-injak di ruang sidang," kata seorang anggota keluarga Antasari.
Mengetahui tidak ada petugas yang membukakan pintu tahanan, Ida dan putrinya, Dita kemudian masuk lagi ke dalam mobil. Selang beberapa menit, pintu tahanan kemudian dibuka.
Ida kemudian kembali mendekati pintu tahanan. Dengan raut muka yang menggambarkan kelelahan dan pikiran yang terbebani, Ida kembali menolak permintaan wartawan yang hendak mewawancarainya.
"Nanti ya," katanya sambil merangsek masuk tahanan.
Penolakan juga dilakukan oleh putri Antasari, Dita. Dita menolak berkomentar karena merasa kelaparan.
"Nanti ya, saya lapar nih," ucap Dita sambil membuntuti Ida dari belakang.
(mei/ndr)











































