Ba\'asyir Ditahan Lagi
Bendera Setengah Tiang di Ngruki
Jumat, 30 Apr 2004 10:17 WIB
Solo - Jumat (30/4/2004) pagi ini di Pesantren Al-Mukmin Ngruki tidak tampak ada pergerakan maupun reaksi sehubungan penahanan Ba'asyir oleh Polri. Hanya terlihat bendera merah putih berkibar setengah tiang di dalam asrama dan kantor yayasan. Spanduk-spanduk ucapan selamat datang untuk Ba'asyir juga tidak dilepas.Hari Jumat adalah hari libur bagi para santri. Namun pintu gerbang pesantren yang terbuat dari besi ditutup rapat oleh santri yang sedang bertugas jaga. Hanya dibuka sesekali kalau ada santri, ustadz, atau pengurus pesantren hendaj keluar maupun memasuki pesantren. Setelah itu pintu kembali ditutup.Sebagian dari para santri tampak duduk-duduk bergerombol di beberapa pojok pesantren. Namun dari luar terlihat mereka banyak tertunduk dan termenung, tidak banyak bercakap dengan temna-teman di sebelahnya. Mungkin rasa kecewa memenuhi benak mereka, karena sebelumnya berharap hari ini Ba'asyir dibebaskan dan langsung dibawa pulang ke Ngruki.Mungkin karena kegundahan dan kekeceawaan itu pula yang mendorong mereka pada pagi ini mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada tiang bendera yang berada di depan kantor pesantren dan di depan kantor yayasan yang berada pada tempat yang terpisah.Sedangkan setidaknya tiga spanduk ucapan selamat datang bagi Ba'asyir tetap dibiarkan terbentang, meskipun yang disambut hampir dapat dipastikan tidak bisa pulang ke pesantren dalam waktu dekat. Mungkin sadar media atau setidaknya sadar bahwa kasus pimpinannya adalah kasus yang menarik perhatian internasional, ketiga spanduk itu seluruhnya tertulis dalam bahasa Inggris. Dan maklum juga, di pesantren ini hanya ada dua bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Di jalan masuk pesatren misalnya tertulis 'Long Lived Ustd Abu Bakar Ba'asyir. You Are My Leader', tepat di atas pintu gerbang pesantren terbentang spanduk dengan tulisan 'Welcome Home Ustd Abu Bakar Baasyir. We Love You', sedangkan yang terbentang di depan kantor yayasan tertulis 'Welcome Home Ustd Abu Bakar Baasyir. You Are Always in My Hearth.'Namun selebihnya, tidak ada aktivitas yang menunjukkan adanya konsentrasi massa di dalam pesantren. Tidak pula terlihat tanda-tanda reaksi massa santri maupun yang lain di sekitar pesantren sehubungan penahanan kembali Amirul Majelis Mujahidin Indonesia yang disangka Polri sebagai pimpinan Jemaah Islamiyah tersebut.Humas Pesantren Al-Mukmin, Irsyad Fikri, saat ditemui hanya mengatakan kekecewaan terhadap sikap Polri yang dinilainya menerapkan standar ganda. Dicontohkannya, Polri dinilai tidak adil dengan membebaskan Alex Manuputy yang dianggap melakukan makar, namun justru menahan Ba'asyir yang dianggapnya tidak jelas melakukan kesalahan apapun.Hal serupa juga dikatakan sekretaris Pesantren Al-Mukmin, Mualif Rosyadi. Namun demikian Mualif mengatakan tidak ada rencana santri menggelar aksi untuk mereaksi tindakan Polri tersebut. Baik Irsyad maupun Mualif mengatakan persoalan hukum harus dilawan dengan jalur hukum, sehingga seluruhnya diserahkan kepada tim pembela Ba'asyir.
(nrl/)











































