Mabes Polri Minta Maaf Soal Insiden Ba'asyir
Jumat, 30 Apr 2004 10:02 WIB
Jakarta - Mabes Polri memohon maaf atas dampak dari tindakan hukum yang dilakukan terhadap Abu Bakar Ba'asyir. Mabes Polri tidak memiliki pilihan lain kecuali mengevakuasi Ba'asyir dari Rutan Salemba."Kita mencegah hal yng lebih buruk. Jadi dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf jika terjadi hal-hal yang tidak mengenakan," kata Kepala Bidang Humas Mabes Polri Irjen Basyir Ahmad Barmawi kepada wartawan di kantornya, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/4/2004).Barmawi juga mengakui, ketika evakuasi terhadap Ba'asyir dilakukan, Mabes Polri tidak menunjukan surat penahanan. Namun, jelas Barmawi, hal itu bukan berarti Mabes Polri tidak memiliki surat penahanan terhadap Ba'asyir. Menurut perwira polri berbintang dua ini, hal itu semata-mata karena faktor teknis di lapangan."Di lapangan tidak selamanya sama dengan proses administrasi. Surat perintah penahanan sudah disiapkan, namuan proses dinamika di lapangan sangat situasional," ungkap Barmawi.Barmawi menolak anggapan bahwa Mabes Polri terlalu memaksakan diri. Terlebi akibat peristiwa itu, puluhan orang mengalami luka-luka. Barmawi kembali menegaskan, hal ini adalah langkah terbaik dari berbagai pilihan yang ada."Apakah ada jalan yang lebih baik dari itu (evakuasi)? Apakah tidak mungkin ada hal yang lebih buruk bila dia (Ba'asyir) tidak dibawa ke sini (Mabes Polri). Ini jalan terbaik dari segala strategi yang diperhitungkan," kata Barmawi."Korban juga paling banyak berasal dari anggota Polri," imbuh Barmawi. Lucunya, Barmawi mengaku tidak tahu berapa jumlah korban dari para pendukung Ba'asyir.
(djo/)











































