Karyawan PT DI 'Kucing-Kucingan' Berangkat ke Jakarta
Jumat, 30 Apr 2004 10:03 WIB
Bandung - Ratusan karyawan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SP-FKK), sejak Kamis (29/4/2004) malam dan Jumat (30/4/2004) 'kucing-kucingan' dengan aparat keamanan. Pasalnya, para karyawan yang ingin melakukan konvoi dengan kendaraan bermotor ke Jakarta untuk mengikuti peringatan Hari Buruh ini dicegah oleh aparat.Para karyawan ini semula berniat melakukan konvoi bermotor ke Jakarta seperti yang sudah beberapa kali mereka lakukan. Biasanya, titik pemberangkatan dari sekretariat sementara SP-FKK di Kompleks Sarijadi, depan Masjid Habiburrahman, dan beberapa perumahan karyawan di sekitar Cimahi dan Padalarang. Namun dalam rencana keberangkatan kali ini, para karyawan memperoleh informasi bahwa aparat keamanan akan memblokade konvoi mereka di beberapa titik itu.Akhirnya, para karyawan menyepakati untuk mengubah rencana keberangkatanmereka. "Sebagian karyawan, ada yang tadi malam langsung berangkat ke Jakarta dengan kendaraannya. Ada yang baru tadi pagi menyusul. Tapi kami tidak melakukan konvoi bermotor seperti biasa. Kami berangkat sendiri-sendiri dan nanti baru bertemu di Jakarta," tutur Sidarta, salah seorang karyawan.Sekretaris Umum SP-FKK PT DI AM Bone kepada detikcom membenarkanhal itu. "Terpaksa kami berangkat dengan cara demikian. Yang penting, bisaselamat di perjalanan dan sampai ke tujuan," tuturnya.Bone pun menuturkan bahwa dirinya dengan beberapa pengurus SP-FKK memang sudah melihat sejak Kamis malam, aparat keamanan disiagakan di beberapa lokasi untuk mencegah keberangkatan mereka. "Karena itu, kami ubah cara keberangkatan. Mobil orasi yang biasa kami pakai, alhamdulillah sudah tiba di Jakarta dengan selamat sehingga bisa dipakai oleh teman-teman di sana," katanya lagi.Sedangkan soal dirinya yang tidak bisa ikut ke Jakarta, Bone menuturkan bahwa secara tiba-tiba dia mendapatkan panggilan dari kepolisian untuk diperiksa dalam kasus demonstrasi yang berujung rusaknya pagar gedung Pengadilan Tinggi (PT) Jabar. "Kami tunjukkan bahwa kami taat pada hukum dan tidak lari dari tanggung jawab. Selain itu, perjuangan kami tidak hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. Tidak ada saya yang ke Jakarta, maka ada rekan lain yang akan bisa menggantikan. Jadi, percuma saja ada akal-akalan semacam ini untuk melemahkan perjuangan kami," katanya sambil tertawa.
(asy/)











































