Teriakan itu terdengar menjelang Herry mengetok palu menutup sidang Antasari. Kemudian, terdengar teriakan dari kursi pengunjung pihak Antasari.
"Ini tidak adil, tidak adil!" kata adik Antasari yang mengenakan kerudung merah muda, Wati, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (11/2/2010).
Teriakan Wati disambut oleh keluarga Antasari lainnya dengan meneriakkan kata yang sama. Wati lalu memasukkan earphone di kupingnya dan berkomunikasi dengan kerabatnya di luar sidang.
Keriuhan sempat mereda saat hakim membacakan barang bukti yang dimusnahkan atau dikembalikan pada yang berhak.
Namun, suasana kembali riuh setelah Antasari menyampaikan bahwa dirinya akan banding. Para pendukung Antasari meneriakkan 'Jalan terus, jalan terus!' Kemudian, para pengunjung sidang juga menyoraki jaksa penuntut umum untuk menyampaikan pendapat atas putusan majelis hakim, "Huuuuuuu...!"
Kekisruhan memuncak tatkala hakim mengetok palu tanda sidang usai. Hakim kembali disoraki atas putusan yang tidak adil yang menimpa Antasari.
Kekisruhan juga terjadi tatkala para wartawan menyerbu istri dan anak-anak Antasari untuk meminta komentar.
Sementara dari pihak keluarga Nasrudin tidak berada di dalam sidang. Mereka semua berada di luar sidang.
(nik/nrl)











































