PPP: Presiden Coba Peringatkan Ical

SBY Terus Bicara Pajak

PPP: Presiden Coba Peringatkan Ical

- detikNews
Kamis, 11 Feb 2010 14:50 WIB
PPP: Presiden Coba Peringatkan Ical
Jakarta - Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin menganggap apa yang disampaikan SBY yang terus berbicara pajak dan pengusahan sebagai bentuk peringatan kepada Golkar yang mulai keras. Lukman menilai, Golkar memiliki perbedaan prinsipil dengan partai koalisi lainnya sehingga disentil SBY langsung.

"Pernyataan SBY mungkin semacam peringatan. Tapi kan Ical nggak mau diperingantin katanya kemarin," kata Lukman saat ditemui wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

SBY dipandang Lukman perlu memperingatkan karena pernyataan Ical kemarin cukup keras. Sikap Golkar di dalam koalisi juga dilihat Lukman cukup unik. "Perbedaan prinsipil seperti ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan perceraian," jelas wakil ketua MPR ini.

Lukman membandingkan sikap Golkar dengan sikap PPP. Sekalipun kritis, lanjut Lukman, PPP masih berada di garis koalisi. "Kita tidak keras, sangat tergantung temuan lapangan. Kita jelas, merger menyalahi aturan, tapi bailout kita tidak salahkan," papar Lukman.

Sebelumnya diberitakan, Di masa lalu kerap kali terjadi kolusi antara kepentingan bisnis dengan politik. Praktek demikian terbukti merugikan negara karena tidak membangun iklim usaha yang sehat.

Demikian kata Presiden SBY dalam sambutan pemberian penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara. Acara berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

SBY juga menegaskan praktek tidak sehat yang dikenal kolusi tersebut malah membuat lemah ekonomi. Sejarah membuktikan bisnis yang dibangun secara kolusi pada akhirnya malah membuat keruntuhan yang meluas dan merugikan semua pihak.

(van/yid)


Berita Terkait