"Pernyataan SBY mungkin semacam peringatan. Tapi kan Ical nggak mau diperingantin katanya kemarin," kata Lukman saat ditemui wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
SBY dipandang Lukman perlu memperingatkan karena pernyataan Ical kemarin cukup keras. Sikap Golkar di dalam koalisi juga dilihat Lukman cukup unik. "Perbedaan prinsipil seperti ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan perceraian," jelas wakil ketua MPR ini.
Lukman membandingkan sikap Golkar dengan sikap PPP. Sekalipun kritis, lanjut Lukman, PPP masih berada di garis koalisi. "Kita tidak keras, sangat tergantung temuan lapangan. Kita jelas, merger menyalahi aturan, tapi bailout kita tidak salahkan," papar Lukman.
Sebelumnya diberitakan, Di masa lalu kerap kali terjadi kolusi antara kepentingan bisnis dengan politik. Praktek demikian terbukti merugikan negara karena tidak membangun iklim usaha yang sehat.
Demikian kata Presiden SBY dalam sambutan pemberian penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara. Acara berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
SBY juga menegaskan praktek tidak sehat yang dikenal kolusi tersebut malah membuat lemah ekonomi. Sejarah membuktikan bisnis yang dibangun secara kolusi pada akhirnya malah membuat keruntuhan yang meluas dan merugikan semua pihak.
(van/yid)











































