Massa Pendukung Ba'asyir Bentrok dengan Aparat Kepolisian

Massa Pendukung Ba'asyir Bentrok dengan Aparat Kepolisian

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2004 05:33 WIB
Jakarta - Menjelang pagi hari, Jumat (30/4/2004) pukul 05.30 WIB, situasi di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta, semakin tegang. Bentrokan antara massa pendukung Abu Bakar Ba'asyir dengan aparat kepolisian yang berkekuatan sekitar 100 personel tak terhindarkan.Saling dorong terjadi karena massa pendukung memblokade rutan yang terletak di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Mereka mencoba menahan aparat kepolisian yang dikabarkan akan menjemput paksa Ba'asyir yang hari ini masa hukumannya habis. Bentrokan pun kemudian tak terhindarkan.Aparat kepolisian yang menggunakan 12 truk pengangkut diberangkatkan ke rutan sejak pukul 04.10. Kapolres Jakarta Pusat AKBP Drs. Sukrawadi Dahlan langsung memimpin pasukan yang dilengkapi tameng dan tongkat pemukul. Selain itu, dua mobil kendaraan taktis water canon juga disiagakan di sekitar Rutan Salemba.Kapolres tampak melakukan negosiasasi dengan pimpinan massa pendukung Baasyir yang merupakan gabungan dari Font Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Liga Mahasiswa Islam Indonesia (LMII) dan Gerakan Pemuda Islam (GPI). Aparat kepolisian berusaha untuk bisa masuk ke dalam Rutan Salemba dan membawa Abu Bakar Baasyir ke Rutan Mabes Polri untuk ditahan berdasarkan adanya tuduhan baru sebagai pelaku tindak pidana terorisme. Tapi massa pendukung Baasyir terus bertahan untuk melindunginya pimpinannya tersebut. Mereka tidak menginginkan polisi masuk ke rutan dan membawa Baasyir secara paksa seperti yang pernah dilakukan di RS Muhamadiyah, Solo, pada Oktober 2002 lalu. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads