"Sebagai manusia saya merasa kecewa karena ini tidak sesuai fakta. Kita akan melakukan upaya maksimal sampai ke tingkat lebih tinggi. Saya akan maju dan banding demi kebenaran," jelas Novarina di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Kamis (11/2/2010).
Novarina beranggapan, putusan itu bukan sebuah akhir, dan dia akan terus berjuang. "Sampai titik darah penghabisan. Ini belum vonis dari Allah, baru vonis dari manusia," imbuhnya berapi-api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayah jangan gentar," tutup Novarina yang mengenakan baju kebaya abu-abu dengan selendang ini.
(ndr/iy)










































