Hakim Haiti Akan Bebaskan 10 Misionaris AS

Kasus Penculikan 33 Anak

Hakim Haiti Akan Bebaskan 10 Misionaris AS

- detikNews
Kamis, 11 Feb 2010 10:39 WIB
Hakim Haiti Akan Bebaskan 10 Misionaris AS
Port Harcourt - Hakim Haiti memutuskan untuk membebaskan 10 misionaris AS yang dituduh menculik 33 anak Haiti dan mencoba membawa mereka keluar dari negara miskin itu.

Demikian disampaikan sumber pengadilan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (11/2/2010).

Kesepuluh warga AS itu telah dipenjara sejak mereka ditangkap di perbatasan Haiti dengan Republik Dominika pada 29 Januari lalu. Mereka bakal dibebaskan secepatnya pada Kamis, 11 Februari waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perintahnya adalah untuk membebaskan mereka," kata sumber yang minta dirahasiakan identitasnya. Putusan hakim tersebut belum diumumkan ke publik.

"Satu hal yang dicari hakim penyidik dalam investigasi kriminal adalah niat krminal di pihak orang-orang yang etrlibat dan tak ada yang menunjukkan niat kriminal itu di pihak warga-warga Amerika," kata sumber tersebut.

Para misionaris itu sebagian besar merupakan anggota gereja Baptist yang berbasis di Idaho, AS. Mereka ditangkap saat mencoba membawa 33 anak Haiti menyeberang ke perbatasan Republik Dominika, 17 hari setelah gempa dahsyat mengguncang negara Karibia itu.

Kelima pria dan lima wanita AS itu membantah berniat jahat terhadapa anak-anak tersebut. Mereka mengaku hanya berusaha menolong anak-anak yatim tersebut. Namun kemudian muncul bukti bahwa sebagian besar anak-anak tersebut masih memiliki orangtua.

Akan tetapi dalam hearing kasus tersebut, hakim penyidik Bernard Sainvil mendengarkan keterangan dari 10 orangtua anak tersebut bahwa mereka secara sukarela telah menyerahkan anak-anak mereka kepada 10 warga AS itu.

Alasannya, mereka tak punya makanan untuk diberikan pada anak-anak mereka. Dan mereka yakin bahwa kehidupan anak-anak tersebut akan lebih baik di tempat lain.

"Mereka semua memohon pembebasan warga-warga Amerika tersebut," kata sumber pengadilan.

Lebih dari 200 ribu orang tewas akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Sekitar satu juta jiwa harus kehilangan tempat tinggal dalam gempa terdahsyat di wilayah tersebut.

(ita/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads