Pembawa Golok 'Pusaka' Berorasi Siap Jadi Teroris

Sidang Antasari

Pembawa Golok 'Pusaka' Berorasi Siap Jadi Teroris

- detikNews
Kamis, 11 Feb 2010 09:46 WIB
Pembawa Golok Pusaka Berorasi Siap Jadi Teroris
Jakarta - Andi Komarudin, pria pembawa golok yang diklaimnya sebagai senjata pusaka sehingga dilarang masuk ruang sidang, kini melakukan orasi tepat di depan pengadilan. Pria 50-an tahun itu mengaku siap jadi teroris jika hukum tak ditegakkan.

"Saya siap jadi teroris dan membuat kekacauan di negara ini ketika hukum tak mampu ditegakkan. Saya ingin ketua pengadilan jangan diintervensi dari luar. Saya sudah menunggu 5 hari di sini!" teriak Andi di bawah tiang bendera PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jaksel, Kamis (11/2/2010).

Menurut pendukung Nasrudin Zulkarnaen ini, senjata yang dibawanya merupakan senjata pusaka leluhur yang mempunyai kekuatan magis. Kini senjata tradisional tersebut terbalut kain putih dan kain hitam.

"Ini bukan senjata tajam. Kalau senjata tajam, mana mungkin bisa lewat Bandara Hasanuddin," tambah pria berjenggot yang memakai peci putih ini.

Dalam orasinya, dia meminta hakim memberikan hukuman mati kepada Antasari. Aksi ini menyedot perhatian pengunjung dan aparat. Tapi aksi ini tidak dicegah oleh pihak kepolisian.

"Jika ini dibebaskan, maka pembunuhuan berencana bisa terjadi lagi. Kalau kayak gitu saya juga mau jadi pembunuh bayaran," sesumbarnya.
(asp/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads