"Polri dalam hal ini Densus 88 berhasil menangkap (Noordin) sudah tentunya dengan indikasi-indikasi yang sudah kita dapatkan," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di gedung Auditorium PTIK, Jl Tirtayasa, Jaksel, Rabu (10/2/2010) kemarin.
Menurut Bambang, apa yang telah diungkap di persidangan, merupakan hasil penyelidikan anak buahnya di lapangan. Digerebeknya beberapa tempat teroris sebagai indikasi polri mengetahui jaringan Noordin Cs dengan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Kapolri tidak menjelaskan lebih rinci mengapa polisi tidak segera menangkap Noordin Cs sebelum peledakan terjadi. "Itu sebagai representasi polri dengan yang pertama penggerebekan di Jati Asih, di Solo dan ini rangkaian dari proses penyidikan," tambahnya.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiki Ahmad Yani mengungkapkan Noordin M Top diketahui sempat berkeliling di Cikeas selama satu bulan sebelum pengeboman di Hotel JW Marriott. Dakwaan itu disampaikan Kiki dalam sidang perdana terdakwa kasus terorisme, Amir Abdillah (sopir Noordin), di PN Jakarta Selatan.
(ape/mok)











































