Pengacara: Novum untuk Jerat Ba'asyir Sebenarnya Bukti Lama

Pengacara: Novum untuk Jerat Ba'asyir Sebenarnya Bukti Lama

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2004 20:13 WIB
Jakarta - Tim pengacara Abu Bakar Ba'asyir menilai tiga buah novum yang disebutkan Mabes Polri untuk menjerat Ba'syir dalam tindak pidana terorisme tidak bisa disebut sebagai novum atau bukti. Tiga bukti tersebut sebenarnya sudah terdapat dalam surat dakwaan terhadap Ba'asyir dalam kasus makar."Ini tidak bisa disebut sebagai novum. Ini adalah bukti yang menurut versi polisi bisa dipakai untuk menjerat ustadz dalam perkara terorisme," kata salah seorang pengacara Ba'asyir, Mohammad Assegaf, kepada wartawan usai menjenguk klienna di rutan Salemba, Jakarta, Kamis (29/4/2004).Assegaf kembali menegaskan tiga bukti tersebut bukan lah hal baru. "Buat kita itu bukan hal baru. Kalau Anda baca surat dakwaan yang dulu itu sudah disebut semua. Hudaibiyah (kehadiran Ba'asyir pada pelantikan Akademi Militer ke I Angkatan ke I di Camp Hudaibiyah, red) dan segala macam itu ada di situ."Ditambahkan Assegaf, saat ini tim pengacara Abu Bakar Ba'asyir sedang memfokuskan upayanya pada berakhirnya masa tahanan Ba'asyir pada pukul 00.00 WIB malam ini, Jumat (30/4/2004). "Sekarang kita tidak berpikir itu. Kita pikir ustadz besok harus keluar dengan didahului penyelesaian administrasi."Menurut Assegaf, kliennya diperkirakan dapat keluar dari Rutan Salemba antara pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. "Tadi saya lihat anaknya sudah persiapkan koper. Ustadz juga akan pamit kepada jamaah di dalam. Jadi, apa yang terjadi besok kita tidak tahu."Untuk diketahui beredar kabar kuat polisi langsung menahan Ba'syir setelah masa hukumanya habis. Sementara ratusan anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) akan ke Rutan Salemba untuk menjemput Ba'asyir.Tiga NovumTiga novum yang dimaksud adalah, pertama, dari buku laporan semester III Islamic Military Academy Jamaah Islamiyah dengan surat pengantar dari Gubernur Akademi Qoid Muaskar, diketahui Hafid Ibrahim alias Mustofa alias Abu Tolud, mengirimkan surat yang dialamatkan kepada Asq-Sheik Abdus Somad alias Abu Bakar Ba'asyir. Novum kedua, Ba'asyir pada 1 April 2000 hadir pada pelantikan Akademi Militer ke I Angkatan ke I di Camp Hudaibiyah di Mindanao Selatan, Filipina. Komandan upacaranya Nasir Abas dan inspektur upacara Mustofa bin Abu Tolud.Selanjutnya, novum ketiga dari keterangan yang dikumpulkan, Ba'asyir melantik ketua Mantiki III Nasir Abbas pada April 2002 di Solo. Nasir menggantikan Mustofa alias Abu Tolud. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads