Rekonstruksi Pembobolan ATM Ricuh

Rekonstruksi Pembobolan ATM Ricuh

- detikNews
Rabu, 10 Feb 2010 23:37 WIB
Jakarta - Rekonstruksi pembobolan ATM modus konvensional di lantai 5 Pasar Pagi, Jakarta Barat berakhir ricuh. Kericuhan terjadi antara penyidik dan petugas sekuriti ISS Pasar Pagi, Jakarta Barat.

Awalnya, rekonstruksi yang dimulai pukul 17.30 WIB itu berlangsung aman. Situasi di mal itu pun sudah sepi dari pengunjung. Bahkan toko-toko di lantai 5 sudah tutup dan ATM BCA pun sudah offline.

Namun setelah proses rekonstruksi selesai, tiba-tiba Supervisor ISS, Alimudin datang dan mempersulit proses rekonstruksi. Alimudin merasa keberatan karena pihak polisi dan bank BCA, menurutnya tidak memberitahukan ke pihak pengelola gedung terlebih dahulu.
 
"Seharusnya bapak kasih tahu ke kita dong, ke pengelola. Bagaimana kalau ketahuan media?" kata Alimudin dengan nada tinggi kepada anggota Identifikasi Polda, di lokasi, Rabu (10/2/2010).
 
Padahal, penyidik sudah menginformasikan hal tersebut ke Sunardi. Namun, rupanya Sunardi salah menginformasikan hal itu ke Alimudin.

"Kalau terjadi sesuatu di sini kan itu tanggung jawab kami pak," kata Alimudin masih dengan nada yang meninggi.

Danang kemudian mencoba menengahi percekcokan itu dan meminta maaf.

"Kalau bapak merasa sebagai petugas pengamanan, kenapa bisa ATM di sini bisa kecolongan?" tanya AKP Danang dengan tenang.

Namun, setelah Danang menjelaskan kepentingan rekonstruksi itu, percekcokan kedua pihak baru mereda. Pihak sekuriti dan penyidik pun berdamai.
 
Rekonstruksi ini sedianya dilakukan oleh 5 tersangka Dedi (22), Eko (23), Badrun (22), Fuat (23) dan Risky (25). Dalam prakteknya, pelaku yang masih  buron, AT, masuk ke belakang mesin ATM dengan cara mencongkel gembok pintu belakang mesin.

Sementara kelima tersangka bertugas mengintip PIN dan mengawasi ATM. Setelah ATM didapat, AT yang berada di belakang mesin ATM, keluar di saat gerai sepi.

Badrun kemudian bertugas mengambil uang melalui ATM bank yang berbeda. Satu hari, tersangka mengaku hanya melakukan satu kali aksinya itu.

"Sekali dapat juga paling ambil Rp 3 juta. Soalnya limitnya juga kan cuma Rp 5 juta sekali ambil. Habis itu, ATM nya diblokir," kata Badrun.

Sementara itu, Danang mengimbau masyarakat agar berhati-hati selama bertransaksi di ATM. "Sebisa mungkin proteksi saat memasukkan PIN," tandas Danang.

(mei/asp)


Berita Terkait