"Sebagian sudah ditindaklanjuti untuk kasus Robert Tantular Cs, dan sebagia masih dalam penyelidikan," kata Susno saat dihubungi detikcom, Rabu (10/2/2010).
Namun Susno mengaku tidak ingat dengan jumlah data itu, apakah benar ada 22 transaksi. "Pastinya jumlahnya cukup banyak," tutupnya.
Pernyataan Susno ini senada dengan Kepala PPATK Yunus Husein yang mengaku sudah menyerahkan data mencurigakan tersebut pada awal Maret 2009.
Namun keterangan tersebut berbeda dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang mengaku belum menerima data-data tersebut.
Selain Kapolri, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi juga mengatakan belum mendapat laporan soal 22 transaksi mencurigakan tersebut. Namun pihaknya siap menindaklanuti temuan PPATK.
Dalam rapat konsultasi dengan Pansus Century, PPATK menyampaikan ada 180 transaksi keuangan yang mencurigakan terkait aliran dana bailout Century. Sebanyak 22 transaksi diserahkan ke Polri, 20 ke BPK dan 21 diserahkan ke KPK.
(ndr/iy)











































