Tahun 2010. Pelaksanaannya sensus nasional ini akan dilaksanakan pada
tanggal 1-31 Mei mendatang.
"Ini memang agenda 10 tahunan. Dan hasil sementara sensus akan dibacakan
dalam pidato presiden 17 Agustus mendatang," ujar Kepala BPS DKI Agus
Suherman saat jumpa pers di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu
(10/2/2010).
Untuk dapat menyukseskan hal tersebut, BPS akan mengerahkan 760 ribu petugas pendata yang akan mulai dilakukan rekrutmen pada Februari ini.
"Untuk DKI kita kerahkan 21.540 pendata yang semuanya akan kita latih dulu. Tidak hanya DKI, semua juga nanti akan kita latih supaya mengerti," tambah Agus.
Anggaran untuk sensus tersebut diperkirakan akan menelan Rp 3,3 triliun dengan alokasi terbesar ialah gaji para petugas yang akan melakukan pendataan.
"Mereka akan kita didik dan kami sediakan tempat penginapan sendiri. Mereka juga kita kontrak selama sebulan dan akan kita gaji sebesar Rp 2,8 juta," tambah Agus.
Agus menuturkan jika di DKI sendiri nantinya akan ada wilayah khusus sehingga membutuhkan penanganan khusus juga dalam sensus nantinya.
Wilayah khusus di Ibukota tersebut antara lain wilayah eksklusif seperti perumahan pejabat negara, perumahan militer hingga apartemen mewah.
"Wilayah khusus lainya seperti daerah-daerah sulit di Kepulauan Seribu. Selain itu lembaga pemasyarakatan dan lokasi tuna wisma juga kita kategorikan wilayah khusus," tambah Agus.
Wilayah khusus seperti yang dipaparkan Agus nantinya akan ada perlakuan khusus yang berbeda dengan lokasi lainnya.
"Kalau wilayah khusus nantinya perlu ada izin atau kordinasi dengan pihak
lain supaya bisa dilakukan sensus," pungkas Agus.
(her/anw)











































