"Ya Ical (Ketum Golkar Aburizal Bakrie) hanya melakukan gertak-gertak. Kalau dihitung, banyak ruginya kalau di luar pemerintahan. Bisnisnya bisa dipreteli," kata pengamat politik Arbi Sanit di Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Risiko politik dan hukum akan sangat besar bagi Golkar bila benar-benar keluar dari koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono. "Dosa Golkar bisa diungkit-ungkit. Belum lagi kasus Lapindo juga, nanti bisa saja polisi membuka lagi kasus ini," terangnya.
Arbi yakin peta politik akan berujung pada kompromi. Akan ada deal-deal dan kesepakatan. "Golkar itu partai oportunis. Lagipula dalam sejarah politik Indonesia, tidak ada politisi yang berprinsip," tutupnya.
(ndr/iy)











































