"Saya baru dengar. Itu kapan?" kata Juru Bicara Presiden SBY, Julian Pasha, di kantor Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2010).
Menurut dia, pihak-pihak berwenang harus membuktikan hal tersebut. "Kita lihatlah untuk membuktikan harus pasti. Kalau ada tersangka mengatakan bahwa Noordin M Top jalan-jalan di Cikeas, bagaimana itu. Itu harus diverifikasi atau dibuktikan oleh pihak yang berwenang," ujar Julian.
Ketika ditanya apakah ada hubungannya dengan pernyataan Presiden SBY yang mengaku menjadi sasaran terorisme, Julian belum dapat menjawabnya.
"Mestinya yang jawab itu intelijen. Itu data dari intelijen negara," kata Julian.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kiki Ahmad Yani mengungkapkan Noordin M Top diketahui sempat berkeliling di Cikeas selama satu bulan sebelum pengeboman di Hotel JW Marriott. Dakwaan itu disampaikan Kiki dalam sidang perdana terdakwa kasus terorisme, Amir Abdillah, di PN Jakarta Selatan.
(aan/nrl)











































