Diperkirakan 50% Siswa SMU Jawa Barat Tidak Lulus UAN 2004
Kamis, 29 Apr 2004 16:34 WIB
Bandung -
Dunia pendidikan di Jawa Barat (Jabar) dilanda kekhawatiran akibat Ujian Akhir Nasional (UAN). Pasalnya, ditaksir 50% siswa tidak lulus dalam UAN tahun ini.Demikian yang mengemuka dalam dengar pendapat kalangan pendidikan dengan DPRD Jabar di Bandung, Kamis (29/4/2004). Selain itu, pelaksanaan UAN juga dikhawatirkan akan membuat penyelenggara pendidikan swasta gulung tikar. Sebab siswa SMU yang tidak lulus UAN akan mengurangi jatah penerimaan siswa kelas 1, yang diakui sebagai porsi terbesar penyumbang dana untuk infrastruktur dan operasional sekolah.Keluhan tersebut dituai DPRD Jabar ketika menerima perwakilan penyelenggara pendidikan Jawa Barat yang tergabung dalam Koalisi Guru se-Jabar. Hadir dalam dengar pendapat, antara lain perwakilan Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung dan Provinsi Jabar, Dewan Pendidikan Kota Bandung, Dewan Pendidikan Jawa Barat, Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Indonesia (APIDI) Kota Bandung dan Jabar, Kelompok Kerja Kepala Sekolah SMU, serta Persatuan Guru dan Dosen Swasta Republik Indonesia Kota Bandung.Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMU Bandung Timur, Cucu Syahputra mengungkapkan, minggu lalu secara serempak pihaknya melakukan try-out bersama terhadap lebih kurang 1.000 siswa kelas 3 dari 19 SMU Negeri/Swasta. "Soal-soalnya diambil dari kisi-kisi yang dikeluarkan Diknas yang sengaja dibagikan ke SMU-SMU untuk menjadi bahan latihan ujian," cerita Cucu. Hasilnya mencengangkan, 40-50% siswa ternyata tidak lulus!Ekstremnya, papar Cucu, satu SMU swasta peserta try-out mencapai 130 siswa, dan hanya dua orang saja yang lulus. "Sekolah yang terbaik di wilayah kami 24% tidak lulus," katanya.Perwakilan Persatuan Guru dan Dosen Swasta Republik Indonesia Kota Bandung, Sumantri, menilai, program UAN tersebut merugikan penyelenggara pendidikan swasta yang notabene dipegang oleh yayasan.Dia memaparkan bahwa kondisi sekolah swasta rata-rata dikelola pihak yayasan dengan apa adanya, dikelola oleh guru yang apa adanya dan latar belakang pendidikannya tidak diutamakan, dan siswanya hampir semua merupakan yang gagal diterima di sekolah negeri. "Dengan gambaran tersebut, bisa terbayangkan bagaimana potret sekolah swasta di Jawa Barat," katanya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































