ICW: NU Harus Bijak, Golkar Itu Tersangkut Korupsi
Kamis, 29 Apr 2004 16:10 WIB
Jakarta - ICW mengingatkan NU pernah mencanangkan gerakan anti-korupsi. Sedangkan Golkar banyak tersangkut korupsi. Jadi, NU jangan sekadar cari parter untuk berkuasa.Hal itu disampaikan Wakil Koordinator ICW Lucky Jani di Kantor ICW jalan Kalibata Timur Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2004).Menurut dia, adanya kemungkinan koalisi antara NU dan Golkar merupakan sesuatu yang aneh. Karena NU bersama-sama Muhammadiyah mencanangkan gerakan anti-korupsi. Sedangkan Partai Golkar masih banyak tersangkut masalah korupsi."Saya pikir para pemimpin NU harus lebih bijak membaca keinginan publik. Jangan sekadar mencari partner dalam berkuasa," tukas Lucky.Dalam penilaian dia, sulit mengharapkan adanya perubahan mengenai pemberantasan korupsi dari Partai Golkar. Karena selama 32 tahun menjadi symbol majority di negeri ini, Golkar malah membawa negara seperti sekarang."Golkar juga sudah diberi kesempatan untuk menjadi partai kedua terbesar di parlemen selama 5 tahun ini. Tetapi tidak ada hal yang signifikan dalam pemberantasan korupsi," ujarnya.Soal indikasi ada atau tidaknya para capres sekarang ini yang terlibat korupsi, jelas dia, pihaknya sedang melakukan tracking, sehingga belum bisa diungkapkan sekarang."Nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan kepada publik mengenai siapa mereka dan track record-nya," demikian Lucky.
(sss/)











































